Dublin Core
Title
Determinasi Faktor Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Klinik Bersalin Suriani Kecamatan Medan Johor Kelurahan Kwala Bekala Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025
Subject
Anemia, Paritas, Usia, Jarak Kehamilan
Description
Determinasi Faktor Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Klinik Bersalin Suriani Kecamatan Medan Johor Kelurahan Kwala Bekala Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025
Damayanti S¹, Marta Armita Silaban², Ade Rachmat Yudiyanto³, Erin Padilla Siregar⁴, Sri Rezeki⁵, Hazizah Sabilah Siagian⁶
¹,² Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi STIKes Mitra Husada Medan
³,⁴,⁵,⁶ Prodi Kebidanan Program Sarjana STIKes Mitra Husada Medan
Email: maydamayanti24@gmail.com, martaslabon50@gmail.com, aderachmatyudiyanto@gmail.com, erinpadillasiregar1986@gmail.com, srirejeki64044@gmail.com
ABSTRAK
Anemia ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) darah di bawah normal. Fungsinya terganggu akibat kekurangan oksigen. Misalnya, gejala seperti kesulitan berkonsentrasi dan kurangnya kebugaran untuk melakukan aktivitas dapat disebabkan kekurangan oksigen otak dan otot. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan survei retrospektif dengan melihat catatan rekam medis pasien di klinik bersalin. Sampel pada penelitian ini adalah 54 orang dengan menggunakan total sampling ibu hamil yang mengalami anemia dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari hasil uji chi square terhadap usia ibu nilai p=0,016 (p<0,05). Dari hasil uji chi square terhadap paritas ibu nilai p=0,032 (p<0,05). Dari hasil uji chi square terhadap jarak kehamilan nilai p=0,017 (p<0,05). Faktor yang paling dominan menunjukkan bahwa KEK mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil dengan OR sebesar 5,578 (95% CI 1,731-17,979, p=0,003) ketika wanita hamil dengan KEK lebih mungkin mengalami anemia dibandingkan mereka yang tidak mengalami KEK. Kesimpulan: pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal kaya zat besi, protein, dan vitamin C untuk ibu hamil KEK atau dengan risiko tinggi anemia, LILA, pemeriksaan Hb minimal 2 kali selama kehamilan.
Damayanti S¹, Marta Armita Silaban², Ade Rachmat Yudiyanto³, Erin Padilla Siregar⁴, Sri Rezeki⁵, Hazizah Sabilah Siagian⁶
¹,² Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi STIKes Mitra Husada Medan
³,⁴,⁵,⁶ Prodi Kebidanan Program Sarjana STIKes Mitra Husada Medan
Email: maydamayanti24@gmail.com, martaslabon50@gmail.com, aderachmatyudiyanto@gmail.com, erinpadillasiregar1986@gmail.com, srirejeki64044@gmail.com
ABSTRAK
Anemia ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) darah di bawah normal. Fungsinya terganggu akibat kekurangan oksigen. Misalnya, gejala seperti kesulitan berkonsentrasi dan kurangnya kebugaran untuk melakukan aktivitas dapat disebabkan kekurangan oksigen otak dan otot. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan survei retrospektif dengan melihat catatan rekam medis pasien di klinik bersalin. Sampel pada penelitian ini adalah 54 orang dengan menggunakan total sampling ibu hamil yang mengalami anemia dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari hasil uji chi square terhadap usia ibu nilai p=0,016 (p<0,05). Dari hasil uji chi square terhadap paritas ibu nilai p=0,032 (p<0,05). Dari hasil uji chi square terhadap jarak kehamilan nilai p=0,017 (p<0,05). Faktor yang paling dominan menunjukkan bahwa KEK mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil dengan OR sebesar 5,578 (95% CI 1,731-17,979, p=0,003) ketika wanita hamil dengan KEK lebih mungkin mengalami anemia dibandingkan mereka yang tidak mengalami KEK. Kesimpulan: pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal kaya zat besi, protein, dan vitamin C untuk ibu hamil KEK atau dengan risiko tinggi anemia, LILA, pemeriksaan Hb minimal 2 kali selama kehamilan.
Creator
Damayanti S, Marta Armita Silaban, Ade Rachmat Yudiyanto, Erin Padilla Siregar, Sri Rezeki, Hazizah Sabilah Siagian
Date
2025
Language
Indonesia